matanya tak mungkin lupa
Hingga 18tahun aku berasa dia. tak pernah satu menit aku menatap matanya. aku ga tau, kenapa aku ga kuat melihat mata sinisnya.
dualu pernah suatu ketika aklu melihat dia membawa golok ketika ribut dengan mamaku sewaktu masih hidup, aku merasa bukan bagian dari mereka. aku selalu jadi yang kedua. aku selalu yang disishkan. Tuhan aku tau aku dititipkan ke mereka , aku juga tau, aku akan dibesarkan oleh mereka. tapi mengapa? mengapa Tuhan. Mengapa aku selalu yang salah. tak pernah sekalipun aku benar dimata mereka.
Sejak kecil aku selalu sama nenek. aku sayang banget sama nenek. hanya dia yang melindungku sewaktu aku masih kecil. sebenarnya aku tidak mau jadi bebandan jadi orang yang bukan harapan mereka.
Kini, aku hanya bisa menagis , aku tak peranh menagis didepan mereka setelah umurku 4thn. seakan akaun aku tak punya keluarga yang bangga akan kehadiranku.
No comments:
Post a Comment